Kamis, 18 Oktober 2018

Catatan sebentuk harapan


Sinergi Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Anak


Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan orang dewasa untuk membimbing atau memberikan pertolongan terhadap perkembangan anak dalam mencapai kedewasaannya agar anak mampu bertanggung jawab serta memiliki budi pekerti yang luhur. Esensi pendidikan ini mencakup pendidikan sepanjang hayat. Sejak mulai anak dalam kandungan hingga dewasa. Jadi, tidak tepat apabila pendidikan hanya dikaitkan dengan bangku sekolah saja.
Peran orang tua dalam membentuk karakter anak sangatlah besar. Keberadaan anak di sekolah lebih sedikit dibandingkan dengan di rumah bersama orang tua, untuk itu diperlukan sinergitas peran antara orang tua dan guru. Orang tua tidak seharusnya menyerahkan pendidikan moral anak semata-mata hanya di sekolah, sebab pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga. Keteladanan orang tua adalah contoh bagi anak. Tidak hanya keteladanan yang baik, perhatian orang tua terhadap proses pendidikan anak juga sangat penting. Misalnya menumbuhkan budaya demokratis di rumah, orang tua selalu mengajak anak bercerita tentang pengalamannya di sekolah, menanyakan prestasi belajarnya, dan kegiatan apa saja yang dia lakukan bersama teman-temannya. Hal ini dapat membuat anak berpikiran terbuka kepada orang tua, sehingga ia tak segan-segan untuk menceritakan keluh-kesahnya.  Kurangnya suasana demokratis di rumah menyebabkan lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak. Anak cenderung lebih menyukai berkumpul dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua. Hal ini pula yang akhirnya dapat menjerumuskan anak bergabung dalam geng-geng remaja.
 Riset yang berkembang menunjukan bahwa membangun hubungan baik antara orang tua dan guru mampu meningkatkan prestasi belajar anak. Peran penting orang tua dimulai saat anak pulang dari sekolah hingga berangkat lagi ke sekolah, sedangkan guru berperan penting saat anak di sekolah. Maka dari itu, orang tua dan guru haruslah bisa saling mengenal, agar sejalan dalam mengatasi permasalahan anak di sekolah. Misalnya, saat anak malas mengerjakan tugas,  pengertian atau bimbingan yang diberikan orang tua dan guru secara bersama-sama akan membuat masalah kecil tidak menjadi besar. Sehingga permasalahan-permasalahan anak yang lain dapat diminimalisir.
Orang tua dan guru seyogyanya dapat bekerja sama dalam membimbing agar apa yang di dapatkan anak di sekolah dan di rumah tidak bertentangan dan membingungkan si anak. Contoh, saat anak diberi bimbingan untuk tidak membolos lagi, maka orang tua juga harus memberikan bimbingan yang sama agar si anak tidak mengulangi perbuatannya. Bukan malah sebaliknya, orang tua cuek dan tidak mau tahu terhadap perilaku anak di sekolah.
Menciptakan suasana belajar yang efektif bukan hanya tugas guru di sekolah, melainkan tugas orang tua pun juga turut serta. Menciptakan suasana belajar efektif di rumah merupakan salah satu bentuk dukungan orang tua terhadap anak. Dukungan ini dapat berupa memberikannya lebih banyak waktu untuk belajar serta menemaninya dalam mengerjakan tugas sekolah di rumah. Sedangkan menciptakan suasana belajar efektif di sekolah adalah dalam bentuk metode maupun teknik mengajar yang menyenangkan dan suasana yang bersahabat.
Orang tua dan guru sama-sama memiliki peran penting, yaitu mendidik. Membentuk karakter anak yang berbudi luhur tidak bisa dilakukan salah satu pihak saja. Guru adalah pelengkap yang memegang fungsi mendidik di sekolah. Sedangkan orang tua adalah aktor utama yang diharapkan lebih banyak mendidik dan memberikan arahan terhadap perkembangan anak-anaknya secara kontinu. (Rz)

1 komentar:

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...