Pahuni
Karya Trisnawati
(SMK NEGERI 3 SAMPIT)
(TOKOH DI DALAM SILUET MENUNJUKKAN GESTURE YANG TEGANG DAN TAKUT)
(SETENGAH BERTERIAK) Aahhh….apa yang harus aku lakukan sekarang. (MENGGIGIT JARI-JARINYA, KARENA GUGUP) Aku tidak sengaja melakukannya. Rasanya aku sudah memperhatikan kendaraan lain yang melintas di jalan ini. Aku tidak ugal-ugalan…!!!! (SETENGAH BERTERIAK DAN KESAL)
(TOKOH KELUAR DARI SILUET.LEMAS. TERKULAI.)
Bagaimana kalau ada yang melihatku menabraknya? Lalu menyeretku ke ketua adat untuk membayar Jipen? Dan jika tidak mau, mereka akan menuntutku? Ahhhhhhhh…..(MENGERANG) ini benar-benar menakutkan!!!
Bagaimana kalau ayah dan ibuku tahu? Mereka pasti akan dimintai jipen karena perbuatanku. Lalu mereka marah, dan menyita sepeda motor plus handphone-ku!
(KARAKTER BERUBAH MENJADI IBU YANG PENUH AMARAH)
Lamiang…Lamiang…Kembalikan pada ibu handphone-mu! Kau tidak menjadi lebih pintar karena memilikinya! Justru menjadi sial! Kau tahu berapa banyak kita harus membayar Jipen karena kau menabraknya?
(CEMAS)
Apa yang aku pikirkan? Aku tidak bermaksud membunuhnya. Aku tidak sengaja. Benar-benar tidak sengaja.
(KARAKTER BERUBAH MENJADI MAHKLUK LAIN)
(MENGERANG) Ikau puna dia buah-buah, ikau mahapan sapeda motor sambal mausik HP-muh. Kilen ampi ikau tau mananture melai sakitarmu?? Hahahahahha
(TERKEJUT, KARAKTER BERUBAH MENJADI TOKOH)
Astgaaa…apa yang terjadi! Sial! Aku baru ingat, waktu itu…aku pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda motor sambil membalas pesan WA dari temanku di grup chat. Tiba-tiba…dia melintas, dan aku menabraknya!!!
(TOKOH MENANGIS TERSEDU-SEDU)
Aku masih mengingat dengan jelas bagaimana ia meregang nyawa.
Uuuuuu ik ik…(BERTINGKAH SEPERTI ANJING YANG SEKARAT)
Lalu aku menyembunyikannya, karena aku takut ada orang yang mengetahuinya.
(TERLIHAT BERPIKIR) tadi aku berkunjung ke rumah teman, setelah kami mengobrol, Neneknya menawariku untuk makan pulut dan minum kopi. Tapi aku menolaknya, karena aku sudah kenyang, dan ingin segera pulang. (KARAKTER BERUBAH MENJADI NENEK-NENEK TUA)
Esu, muse isut pulut dengan kopi tuh mangat dia pahuni!!!
(KARAKTER BERUBAH MENJADI TOKOH)
Apakah karena itu?
Jangankan menyicipinya, bahkan aku tidak menyentuhnya!! Apakah aku pahuni? Sehingga aku mengalami kesialan??? Tunggu sebentar, (MENGAMBIL HANDPHONE DARI DALAM TAS SEKOLAHNYA, DAN MENGETIK SESUATU)
Nah ini dia….(MEMBACA TULISAN DI HANDPHONENYA)
Pahuni atau kepuhunan adalah salah satu kepercayaan Dayak yang menjadi sebab seseorang mengalami penyakit atau kecelakaan. Biasanya pahuni terjadi apabila seseorang tidak mau memakan atau mencicipi makanan tertentu.
Ya…ya…dulu sepupuku, pernah hampir mati kecelakaan karena ia pergi saat ditawari makan.
Tapi, waktu itu dia yang hamper ditabrak. Bukan me..na….na..brak… (TIBA-TIBA WAJAHNYA BERUBAH MURUNG KEMBALI) tapi kan, ini juga didebut dengan kecelakaan!!!! AHHHHHHHH
Bagaimana kalau ia anjing jelmaan! Jangan-jangan, dia jelmaan bahuntai? Aapa?! Bagaimana kalau benar dia jelmaan bahuntai??
(KEMBALI MENGETIK SESUATU DI HANDPHONE-NYA)
Didalam kepercayaan Dayak Ngaju dikenal suatu roh yang berbentuk anjing disebut BA-HUN-TAI. Konon BAHUTAI ini dapat dipelihara oleh seseorang dengan syarat bahwa ia harus merawat dan memberi makan kepada Anjing ini.
Hah (TERKEJUT) tidak..tidak mungkin!
Aku tidak sengaja menabraknya. Bagaimana kalau pemiliknya, mengirimkan bahuntai yang lain untuk mencelakaiku. Ya Tuhan, ini sangat menakutkan!!
(BERJALAN KE ARAH KARUNG, DAN MENCOBA MEMBUKANYA, tapi tidak jadi)
Tidak!! Dia bukan jelmaan Bahuntai. Tapi…kalau misalkan bukan, aku pasti tetap akan dijipen! Ahhhhhh….ini membuatku gila!!!
Ya Tuhan, apakah ini hukuman untukku karena aku lalai dalam berkendara? Karena aku asyik bermain handphone sambil mengendarai sepeda motor? Apakah ini terjadi karena aku tidak mengindahkan nasihat orang tua tentang pahuni???
(DUDUK BERSIMPUH MENGHADAP PENONTON)
Aku mohon, jangan hukum aku?? Aku minta maaf, aku berjanji tidak akan mengindahkan nasihat lagi, aku berjanji tidak akan bermain handphone sambil berkendara lagi. Tolong, jangan hukum aku. Maafkan lah aku.
Huuuuu…huuu…… (MENANGIS)
TAMAT
Keterangan terjemahan Bahasa Dayak di dalam naskah Pahuni.
1.Esu : Cucu
2.Pulut : Ketan
3.Pahuni: Sial
4.Ikau puna dia buah-buah, ikau mahapan sapeda motor sambal mausik HP-muh. Kilen ampi ikau tau mananture melai sakitarmu : Kau memang tidak berhati-hati, kau memaikan HP-mu saat mengendarai sepeda motor. Bagaimana bisa kau memperhatikan sekitarmu.
5.Esu, muse isut pulut dengan kopi tuh mangat dia pahuni: Cu, cicipilah sedikit ketan dengan kopi itu, nanti kau pahuni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar