Jumat, 16 Juni 2023

Pendidikan dan Kebudayaan untuk Revolusi Karakter Bangsa dan Kebinekaan

 Pendidikan dan Kebudayaan untuk Revolusi Karakter Bangsa dan Kebinekaan


Pendidikan memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan adalah

aset penting bagi kemajuan bangsa. Melalui pendidikan, terciptalah sumber daya manusia yang

mumpuni baik dari pengetahuan akademik maupun kemampuan nonakademik. Selain berfungsi

memperluas pengetahuan dan pemikiran, melalui pendidikan kita dapat menyerap nilai-nilai

luhur lewat pengenalan sejarah dan budaya. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses

pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan

manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Tentunya pendidikan tidak hanya berkutat

pada ilmu pengetahuan atau gelar yang didapat seseorang, namun hakikat pendidikan adalah

membangun karakter manusia yang baik.

Hakikat pendidikan yang membangun karakter manusia yang baik tentu tidak terlepas

dari kebudayaan. Melalui pendidikanlah kebudayaan dapat diajarkan dari generasi ke generasi,

misalnya budaya menghormati orang yang lebih tua, budaya bersikap dalam masyarakat,

budaya mencintai negara, dan masih banyak lagi budaya lain yang dapat membangun karakter

seseorang. Budaya-budaya positif tersebut dapat diperoleh melalui proses belajar, proses

belajar juga merupakan sebuah pendidikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Koentjaraningrat

bahwa kebudayaan adalah seluruh keseluruhan hasil kelakuan manusia yang teratur dari tata

kelakuan yang diperoleh dengan belajar.

Manusia yang mampu mendayagunakan akal budinya untuk senantiasa menciptakan

kebaikan, kebenaran dan keadilan adalah manusia yang berbudaya. Nilai budaya berfungsi

sebagai pedoman tertinggi bagi perilaku manusia. Sistem tata perilaku manusia yang berkaitan

dengan hukum dan norma-norma, semua berpedoman kepada sistem nilai budaya. Dalam


konteks kebudayaan justru pendidikan berperan penting sebagai media pengajaran nilai-nilai

budaya. Karena pada dasarnya pendidikan adalah proses pembentukan kualitas manusia

berdasarkan kodrat budaya yang dimiliki. Oleh karena itu, kebudayaan diturunkan kepada

generasi berikutnya melalui proses belajar.

Pendidikan nasional sebagaimana dinyatakan dalam Bab I Pasal 1 ayat (2) Undang-

Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) adalah pendidikan

yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap

tuntutan perubahan zaman. Pendidikan yang berakar pada nilai-nilai agama dan kebudayaan

bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat

bangsa, mewujudkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa,

berkualitas dan mandiri sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan

bertanggung jawab atas pembangunan bangsa serta dapat mengimbangi diri dengan

perubahan zaman yang kian modern.

Berdasarkan uraian di atas, pendidikan dan kebudayaan memegang peranan yang

sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada manusia. Sifat budaya yang dinamis

memerlukan peranan pendidikan yang bersifat fundamental, artinya pendidikan adalah dasar

pengajaran budaya bangsa kepada generasi berikutnya. Di dalam kebudayaan itulah proses

pendidikan.


Pendidikan yang terlepas dari kebudayaan berarti pendidikan yang menghilangkan

pedoman nilai luhur budi pekerti manusia, sebab kebudayaanlah yang membentuk seorang


manusia dalam bersikap sesuai dengan budaya bangsa. Apabila pendidikan terlepas dari

kebudayaan maka manusia akan tenggelam dalam dunia globalisasi yang tanpa arah. Manusia

akan tenggelam dalam arus globalisasi yang materialistik, mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan,

rakus, idealis, dan mementingkan kesenangan hidupnya sendiri. Hal ini tentu saja bertentangan

dengan asas Pancasila dan budaya bangsa bergotong-royong. Sebagai contoh, media sosial

merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi di era globalisasi, generasi saat ini cenderung

lebih mementingkan mengunggah kejadian-kejadian yang mereka saksikan atau alami ke media

sosial, misalnya saat terjadi kecelakaan lalu lintas mereka lebih sibuk memfoto untuk kemudian

diunggah daripada menolong korban tersebut. Perilaku seperti ini sebenarnya menunjukkan

sikap ketidakpedulian terhadap sesama, sebab dengan unggahan foto tersebut mereka

mendapat kesenangan karena banyak mendapat komentar ataupun like.

Pemisahan pendidikan dan kebudayaan akan menyebabkan hilangnya nilai-nilai luhur

kebudayaan nusantara, menyepelekan pendidikan budi pekerti, serta mengabaikan rasa

nasionalisme terhadap bangsa dan negara, masih banyak lagi sebab-sebab lain yang berkaitan

dengan budi pekerti dan karakter manusia. Contohnya, banyak generasi saat ini yang ribut saat

mengikuti upacara bendera, hal ini menunjukkan sikap kurangnya rasa nasionalisme dan

kecintaan terhadap negara, kurangnya minat generasi muda dalam mempelajari sejarah

perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan juga menjadi penyebab utama

ketidakpedulian mereka terhadap sikap disiplin saat upacara bendera, padahal sejarah juga

merpakan salah satu pembelajaran budaya dalam pendidikan. Berkaitan dengan itu Benni

Sinaga dalam artikel Sistem Pendidikan dan Kebudayaan untuk Revolusi Karakter Bangsa

mengatakan bahwa pendidikan nasional adalah secara sadar memanfaatkan kekayaan alam dan

budaya Indonesia yang bineka untuk menjadi prioritas yang dikembangkan demi kemajuan

bangsa Indonesia, sehingga dapat mengembangkan sesuatu yang berharga untuk kehidupan

global.

Jadi, penanaman nilai-nilai budaya dalam pendidikan merupakan hal penting dan

utama selain pengetahuan akademik, melalui nilai kebudayaan itulah kita dapat menciptakan

manusia yang berkarakter bangsa dan berbudi luhur. Manusia yang tangguh dalam menghadapi

arus globalisasi dengan ilmu, iman, dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...