Minggu, 22 Januari 2023

Praktik Baik (Best Practice) dengan Metode Star

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

SMK Negeri 3 Sampit, Jalan Ir. H. Juanda

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan yang ingin dicapai

1.   Meningkatkan kemampuan pendidik dalam menerapkan model pembelajaran yang inovatif.

2.   Meningkatkan kemampuan pendidik dalam membuat media yang bervariatif dan menarik dalam pembelajaran teks biografi dan teks puisi.

3.   Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan kembali keteladanan tokoh biografi  dan menulis teks puisi

4.  Membudayakan peserta didik untuk tidak melakukan plagiat dalam menulis teks puisi.

Penulis

Trisnawati, S.Pd.

Tanggal

15 Desember s.d. 18 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah

SMK Negeri 3 Sampit merupakan salah satu sekolah yang ada di Kabupaten  Kotawaringin Timur, beralamat di jalan Ir. Juanda. SMK Negeri 3 Sampit bukan sekolah yang notabenenya berada di dalam kota, namun berada di pinggiran kota tepatnya di desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Berdiri di tahun 2009, saat ini SMK Negeri 3 Sampit memiliki lima progam keahlian, yaitu Program keahlian Akuntansi dan Lembaga Keuangan, Desain dan Komunikasi Visual, Desain dan Produksi Busana, Tata Boga, Teknik Sepeda Motor. Jumlah rombel sebanyak 21 dan jumlah peserta didik sebanyak 706 orang. Pendidik yang mengajar di SMK Negeri 3 Sampit berjumlah 40 orang. SMK Negeri 3 Sampit masih dapat dijangkau oleh jaringan internet, dan sebagian besar peserta didik memiliki gawai untuk berkomunikasi sehari-hari.

Ada empat keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yang harus dimiliki peserta didik yaitu membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Hal ini tercantum dalam Permendikbud No.24 Tahun 2016 Tentang KI dan KD 2013 Dikdasmen. Berdasarkan empat keterampilan tersebut, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai peserta didik. Menulis adalah kemampuan mengungkapkan pikiran, pendapat, dan perasaan kepada orang lain melalui bahasa tulis. Ketepatan dalam mengungkapkan gagasan harus didukung oleh ketepatan dalam bahasa yang digunakan, kosa kata dan tata bahasa, serta ejaan. Tujuan dasar menulis adalah sebagai bentuk komunikasi dalam tulisan.

 Kompetensi Dasar mengungkapkan kembali keteladanan tokoh biografi dan menulis teks puisi memerlukan keterampilan menulis. Namun, fenomena di lapangan ditemukan bahwa peserta didik belum mampu mengungkapkan gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Peserta didik yang kesehariannya terbiasa menggunakan gawai akhirnya memicu perilaku plagiat saat diminta untuk menulis teks puisi.

Berdasarkan fenomena di lapangan, ada dua faktor yang ditemukan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor  internal yaitu masih rendahnya keterampilan peserta didik dalam menulis. Setelah dilakukan observasi terhadap peserta didik kelas X SMK Negeri 3 Sampit pada semester genap tahun pelajaran 2021/ 2022, ditemukan bahwa peserta didik belum mampu mengungkapkan kembali keteladanan tokoh biografi ke dalam bentuk tulisan sebab rendahnya minat membaca. Peserta didik belum mampu menggunakan kata-kata yang tepat dalam menulis puisi, sehingga tidak menimbulkan bunyi yang merdu yang mendukung efek kepuitisan sebuah puisi. Selain itu, ditemukan pula sebagian besar peserta didik menyalin teks puisi orang lain dari internet. Faktor eksternal yaitu pendidik belum menggunakan model dan media yang menarik dan inovatif, untuk mendorong kemampuan menulis peserta didik.

 

Mengapa praktik ini baik untuk dibagikan?

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan  tersebut, praktik baik (best practice) ini penting untuk dibagikan agar dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi pendidik di sekolah lain apabila mengalami permasalahan serupa, dengan penyelesaian menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning. Model pembelajaran ini akan melatih peserta didik untuk kreatif dan mandiri.  

 

Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini?

Peran saya dalam praktik ini adalah sebagai pendidik yang menjadi fasilitator, sahabat, dan orang tua bagi peserta didik. Tanggung jawab saya adalah menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, yaitu meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, LKPD, instrumen, dan media yang bersifat kontekstual, serta menarik peserta didik.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

 

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan?

Berikut ini beberapa tantangan yang pendidik hadapi untuk mencapai tujuan, yaitu:

1.   Keterbatasan pengetahuan pendidik dalam menyusun perangkat pembelajaran serta menyiapkan media yang menarik;

2.   Pendidik cenderung menggunakan metode ceramah saat pembelajaran, sehingga peserta didik terlihat pasif;

3.   Minat membaca peserta didik kurang, sehingga sulit untuk mengungkapkan kembali keteladanan tokoh biografi;

4.   Peserta didik cenderung melakukan plagiat di internet ketika diminta untuk menulis puisi.

 

Siapa saja yang terlibat?

1.      Pendidik, sebagai orang yang terlibat langsung menyiapkan perangkat pembelajaran.

2.      Peserta didik, sebagai objek yang mengalami langsung proses pembelajaran.

3.      Rekan sejawat, sebagai orang yang selalu memberikan saran maupun kritik saat penyusunan perangkat.

4.      Kepala sekolah, yang telah menyiapkan sarana dan prasarana di sekolah.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini.

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah sebagai berikut.

1.      Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah terkait permasalahan pembelajaran yang dihadapi serta solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

2.      Mempersiapkan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan.

3.      Menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning agar terselenggara kegiatan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

4.      Membuat media dan bahan ajar berbasis kontekstual agar peserta didik memiliki acuan dan referensi yang nyata dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

5.      Melakukan koordinasi dengan wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana terkait beberapa alat yang dibutuhkan, seperti LCD Proyektor, kamera, pengeras suara (speaker), serta ruang kelas yang memiliki daya listrik baik.

6.      Melakukan koordinasi dengan peserta didik terkait pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.

 

Strategi apa yang digunakan?

1.    Pendidik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan kembali keteladanan tokoh biografi dalam bentuk tulisan, dan model Project Based  Learning untuk meningkatkan kemampuan menulis teks puisi peserta didik kelas X semester genap.

2.    Pendidik menggunakan metode penugasan, diskusi dan tanya jawab agar peserta didik aktif.

3.    Pendidik membuat media pembelajaran berbasis TPACK seperti video yang dibuat dari canva berbasis story telling, power point, gambar kontekstual, dan google form.

 

Bagaimana prosesnya?

1.    Proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning.

Peserta didik dihadapkan pada permasalahan yang berkaitan dengan butir-butir penting dalam teks biografi melalui sebuah video, untuk mengatasi permasalahan peserta didik yang kurang minat membaca, maka pendidik membuat media video dari canva yang berbasis story telling agar lebih menarik. Media dibuat kontekstual, yaitu dengan membuat video biografi tokoh-tokoh berjasa di Kalteng. Setelah peserta didik memahami konsep butir-butir penting dalam teks biografi, peserta didik kembali dipertontonkan sebuah video untuk dianalisis. Tahap terakhir, peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya secara berkelompok, lalu peserta didik di kelompok lain memberikan tanggapan.

 

2.    Proses pembelajaran dengan model Project Based

 Learning.

Peserta didik diberikan penjelasan bahwa pembelajaran hari itu akan menghasilkan sebuah proyek menulis teks puisi. Di bagian orientasi, pendidik menampilkan contoh teks puisi. Di kegiatan inti, peserta didik menulis teks puisi berdasarkan gambar bencana banjir yang terjadi di Kalteng, agar kontekstual. Untuk mengatasi permasalahan peserta didik agar tidak melakukan plagiat saat menulis teks puisi, pendidik meminta peserta didik untuk menuliskan kata kunci yang berdasarkan unsur pembangun (tema, diksi, gaya bahasa, imaji, struktur, perwajahan) puisi, lalu mengembangkannya menjadi sebuah teks puisi utuh. Setelah menulis teks puisi, peserta didik membacakan di depan kelas, lalu peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan.

 

 

 

Sumber daya atau materi yang diperlukan

Untuk melaksanakan kegiatan ini, diperlukan sumber daya agar kegiatan berjalan optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Sumber daya atau materi yang diperlukan di kegiatan ini adalah:

1.   Uang, digunakan untuk memfotokopi bahan ajar dan LKPD;

2.   Buku teks, digunakan sebagai referensi pembuatan bahan ajar;

3.   Peralatan seperti LCD proyektor, pengeras suara (speaker), printer, dan laptop.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut.

 

Refleksi pembelajaran

Setelah melakukan kegiatan, refleksi yang saya rasakan adalah:

1.   Saya kurang memahami karakteristik peserta didik yang notabenenya mereka adalah generasi alpha yang dekat dengan penggunaan teknologi, setelah melaksanakan praktik baik ini, saya semakin memahami bahwa peserta didik akan mudah memahami pembelajaran apabila pendidik menggunakan media yang berbasis teknologi (TPACK);

2.   Melaksanakan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan Project Based Learning sangat memudahkan pendidik, sebab pendidik tidak banyak melakukan ceramah;

3.   Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan Project Based Learning membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif;

4.   Pembelajaran yang saya laksanakan lebih menarik dan tidak monoton. Saya menjadi lebih kreatif karena saya berusaha membuat media sendiri menggunakan aplikasi Canva.

 

Dampak kegiatan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning

1.   Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning membuat peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional yang selama ini sering digunakan. Hal ini terlihat dari indikator keaktifan peserta didik yang meningkat dibandingkan dengan sebelum menggunakan model Problem Based Learning dan Project Based Learning, walaupun masih ada tiga orang peserta didik yang masih tidak terlalu terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok

2.   Dampak menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning menggunakan media berbasis TPACK bagi pendidik dapat membantu pendidik menyampaikan materi lebih mudah dan kegiatan pembelajarannya tidak monoton.

3.   Peserta didik yang kurang minat dalam membaca dapat fokus sebab teks biografi disajikan dalam bentuk video yang berbasis story telling.

4.   Peserta didik yang terbiasa melakukan plagiat saat menulis teks puisi dapat diatasi, sebab pendidik melakukan monitoring langsung kegiatan diskusi. Terutama, terkait penulisan kata kunci dan penggunaannya di dalam teks puisi yang dibuat peserta didik.

5.   Pendidik dapat membuat media yang menarik dan inovatif menggunakan aplikasi canva.

 

Respon peserta didik

1.   Peserta didik lebih aktif dari sebelumnya saat pembelajaran dilakukan secara konvensional.

2.   Peserta didik fokus mengikuti pembelajaran, sebab pendidik menggunakan media audio visual yang menarik.

3.   Rasa percaya diri peserta didik meningkat, karena mereka terlatih melakukan presentasi.

 

Respon kepala sekolah dan rekan sejawat

1.   Kepala sekolah dan rekan sejawat merespon dengan positif terkait media yang dibuat oleh pendidik.

2.   Rekan sejawat guru mata pelajaran bahasa Indonesia dapat menggunakan media yang telah pendidik buat melalui kanal youtube.

 

Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan

1.    Rencana pembelajararan yang disiapkan dengan maksimal, seperti membuat RPP, bahan ajar, media, instrumen, dan LKPD.

2.    Sarana dan prasarana yang mendukung, seperti jaringan internet, listrik yang memadai.

3.    Seluruh warga sekolah yang bersedia membantu kelancaran kegiatan, seperti pendokumentasian, menyiapkan alat dan lain-lain.

 

Faktor ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan

1.  Listrik yang terkadang padam di ruang kelas secara mendadak, sebab daya listrik kecil. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pendidik memilih ruang kelas yang tidak mudah padam mendadak. Pemadaman listrik sangat mengganggu proses pembelajaran, sebab pendidik menggunakan LCD proyektor sebagai alat penunjang.

 

Pembelajaran dari proses kegiatan

Setelah melakukan kegiatan ini, saya mampu merancang pembelajaran dan membuat media berbasis TPACK menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Dampak penggunaan model pembelajaran inovatif dan penggunaan media berbasis TPACK dalam kegiatan pembelajaran sangat besar, yaitu dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap materi dan kegiatan pembelajaran yang diberikan, dengan menggunakan model dan media tersebut terbukti kegiatan pembelajaran terasa lebih menyenangkan. Menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning juga memudahkan pendidik, karena tidak banyak melakukan ceramah. Pendidik juga menjadi lebih kreatif, karena dituntut untuk membuat media inovatif dan menarik.

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...