Minggu, 17 Desember 2017

puisi tentang Palestina

Panggilan Gaza
Karya: Qurrotu ‘Ain

Suatu pagi, kubaca satu demi satu berita tentangnya di internet
Gemuruh bulldozer itu terdengar jelas di telinga
Saat rodanya menghempas dan meluluhlantakan rumah-rumah mereka
Bagaimana bisa kita tak mendengar?
Tangis ratusan orang yang kehilangan tempat tinggalnya itu
Menitikan air mata duka, bahkan tertawa pun dalam duka

Desing peluru berdentingan satu per satu
Terasa dekat sekali di telinga ini
Sakitnya begitu jelas terasa, memecahkan jaringan otak
Menembus kepala dan dada ayah mereka
Ibu mereka, anak-anak mereka
Bagaimana bisa kita tak mendengar?
Jeritan wanita  yang kehilangan suaminya
Jeritan ibu yang kehilangan anaknya
Jeritan anak yang kehilangan orang tuanya

Rudal-rudal yang berterbangan di langit itu
Masih jelas terlihat
Ia singgah di tanah mereka
Menyemburkan api darah dalam kehidupan mereka
Dan tubuh anak-anak yang tak berdosa itu
Hancur berkeping-keping
Ya Palestina,
Bagaimana bisa kita tak mendengarnya?
Saat kiblat pertama mulai dikeruk
Tercabutlah hati dari raga ini
Bagaimana bisa kita tak merasakan sakitnya?
Saat tempat sujud diinjak oleh sepatu serdadu
Kaum muslimin diboikot dari Al-Aqsa
Tempat suci bagi umat islam
Diinjak, dirusak dengan cairan kimia oleh zionis
Ya Al-Aqsa bagaimana bisa kita tak mendengar panggilannya?

Hanya dengan batu
Kaum muda dan anak-anak Gaza memberikan perlawanan
Memberi jawaban pada timah panas yang bertebaran
Dentum peluru dan batu berpadu
Tangan-tangan kecil itu Ya Robb
Dapat kita saksikan keberanian mereka

Palestina, jarak memang memisahkan kita
Tapi perlawananmu begitu dekat di hati dan jiwa ini
Menumbuhkan akar-akar ukhuwah Islam
Membentuk perjuangan umat

Allahu Akbar!

1 komentar:

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...