Palestina! Masihkah Kita Diam?
Dibalik
aksi solidaritas umat Islam terhadap Palestina yang dilaksanakan diberbagai
tempat di Indonesia, merupakan momentum yang paling bisa memberikan getaran
yang luar biasa di hati saya. Bagaimana tidak? Teriakan “Lailahailallah”
syahdu, namun penuh gejolak. Jika ada yang berpikiran nyinyir tentang aksi ini, “Untuk apa sih, capek-capek jalan teriak bebaskan Palestina. Mereka aja nggak lihat.” Atau “Donal Trump di
Amerika, bukan di Indonesia.” Berarti Ia benar-benar telah melupakan sejarah. Sang
Proklamator Ir. Soekarno pernah berkata “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”
Kemerdekaan Indonesia tak akan lengkap tanpa campur tangan Palestina. Saat
Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia secara de facto, Mesir dan Palestina adalah
Negara yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia.
Yah,
Negara Palestina sampai detik ini masih belum merdeka dari jajahan kaum zionis
Israel. Bagi kita yang tidak melupakan sejarah, berarti kita masih punya hutang
terhadap saudara-saudara muslim Palestina. Pernyataan sikap muslimin Indonesia
terhadap kemerdekaan Palestina bukan hanya tentang batas teritorial saja. Namun
peran nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia merupakan bukti nyata
ukhuwah itu terjalin sudah sejak lama.
Namun,
permasalahan ini bukan tentang jasa dan wilayah saja. Kaitan Palestina dengan
sejarah kelahiran nabi-nabi di tanahnya, sehingga Palestina disebut pula negeri
yang diberkahi. Dalam Q.S Al-Isra:1, Allah SWT berfirman yang artinya “Maha
suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al
Masjidil Haram ke Al Masjidl Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya agar
kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” Firmah Allah SWT ini
menujukan bukti yang tak terbantahkan mengapa Palestina begitu dekat dengan
umat Islam di dunia, yaitu sejarah Isra Miraj yang sering diperingati oleh umat
Islam di Indonesia. Sejarah Rasulullah SAW ketika mendapatkan perintah sholat
lima waktu, yang menjadi tiang agama Islam.
Masihkah
kita sebagai umat Islam hanya berdiam diri tak peduli? Masihkah kita sebagai
kaum muslimin berpikiran parsial terhadap Palestina? Rasulullah SAW bersabda
yang artinya “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga
Mesjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di
Madinah) dan Masjid Al-Aqsa (di Palestina).” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah R.A). Berdasarkan hadist ini, masjid Al-Aqsa merupakan salah satu
tempat yang mulia, sehingga banyak para sahabat Rasullullah SAW pernah
berkunjung ke Al-Aqsa di antaranya Umar Bin Khatab saat menjadi Khalifah. Permasalahan ini tidak lagi menyangkut
masalah politik dan wilayah teritorial. Tapi menyangkut masalah seluruh umat
Islam di dunia.