Kamis, 12 Februari 2015

Puisi cinta gerimis

Gerimis yang Sendiri

secangkir cinta retak
tumpah di antara duri
menitipkan sedikit luka
pada bilik hati

dalam diam
dalam sendiri
kupanggil lewat gerimis
namamu yang telah pudar
pada lukisan tua
yang merapat di tembok
berdebu
usang

saat gerimis merambat malam
jejakmu semakin menghilang
menepi pada kerinduan
yang lama
mati
dan terkubur

Februari 2015, by Trisnawati, S.Pd.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...