Selasa, 16 September 2014

Puisi kenangan



Kenangan

derai canda sudah tak terdengar lagi
ketika detik wakrtu kucoba putar
dalam rindu
sudah begini sepikah?
ruang ini sudah tak mau bersaksi lagi
ketika kabut debu semakin pekat
pada permukaan meja tua
yang pernah kita singgahi

di sini kau ungkapkan sebuah arti
dengan kerling mata janji
hingga kutak merasakan
dikebiri perpisahan
tapi waktu itu telah berlalu
walau kini kucoba putar detiknya
dalam rindu
sudah begini kosongkah?

ruang ini sudah tak mau bersaksi lagi
ketika kabut debu semakin pekat
memunculkan relief-relief kata
“semua tinggal rindu”
pada permukaan meja tua
yang dulu kita singgahi

Palangkaraya, 9 Juni 2012
Oleh: Trisnawati, S.Pd.

Puisi perpisahan



Perpisahan

malam bergenderang meratap sepi
saat dinding-dinding kamar menepi
aku semakin terpenjara
walau sebenarnya bebas
ah, apa arti semua ini
jika memang kita
tak berkawan lagi
biarkan
biarkanlah, luka menjemput suka
diringi malam  bergenderang
yang meratap sepi

Palangkaraya, 22 Juli 2012
Oleh: Trisnawati, S.Pd.

Puisi Berlalu dalam mimpi



Berlalu dalam Mimpi
Oleh: Trisnawati
gelap malam memanggil
aku dan dia terduduk di antara keringnya rerumputan
bersamanya aku terbuai
terbang bagai burung lepas
dengan kubang napsu terperangah lebar
cumbu panas renggut birunya rindu

detak waktu merapat
tanda malam yang merantau cepat
tapi deru napas tetap memburu, menggila
membunuh semua perasaan takut
arwah dingin semakin merasuk
aku memaksanya, ingin terbang dengan cintanya
di antara kepak kedua sayap napsunya
aku tenggelam dalam mimpi

Kampus PBSI
2011





  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...