Minggu, 30 April 2023

Surat

Bukan tak ada artinya, tapi cukuplah kehadiranmu yang melenyapkan percaya diriku. Cukuplah perkataanmu membunuh keinginanku untuk hidup. Bagaimana bisa kesempurnaanmu yang diberikan oleh Tuhan kau gunakan sebagai pisau? Lalu kau bubuhi dengan racun yang berasal dari lidahmu?

Sungguh aku tak percaya, di balik kesempurnaan kehidupan yang tampak di media sosialmu, semuanya hanyalah bayanganmu, yang meninggalkanmu di dunia nyata ini.

Bukan aku membencimu, tidak!

Aku hanya menyayangkan, bagaimana selama hidupku telah menganggapmu sebagai saudaraku, justru telah kau tikam aku dari depan dan belakang. 

Lalu, di mana letak kesalahan ini? 

Kesombongan. Kenaifan. Dan ketidakjujuran.

Terlalu amat menyakitkan menyadari ini semua. Terlalu menghempas batin. Kekeringan demi kekeringan menghantam, kemarau yang teramat panjang meluluhlantakan kehidupanku, yang percaya. 

Bahwa, kau tak akan menyakiti dengan perkataanmu yang tak bermoral itu. 

Hanyalah mimpi panjang yang membuatku tertidur selamanya di neraka yang hidup.

Selamat tinggal, Antonio. 

Angin Paris tak cocok untukku. 

Kutinggalkan musim dingin ini menuju musim semi yang lebih menghangatkan. 

Dari Isabell.

  TAMPUI Karya Trisnawati Panggung menunjukkan sebuah siluet. Bayangan pohon-pohon rindang, dan tokoh sedang memakan buah-buahan. Lampu ...